perhiasan tradisional
perhiasan tradisional

Bukan sesuatu hal yang baru untuk diketahui bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya akan keberagaman. Mulai dari suku bangsa, adat istiadat, dan pakaian tradisional, bahkan setiap daerah juga memiliki perhiasan tradisional nya sendiri dan sangat beragam.  Setiap pulau di Indonesia memiliki keberagamannya masing – masing yang membedakan dengan pulau lainnya. 

Di artikel kali ini, kita akan bahas adalah mengenai keberagaman dari perhiasan tiap – tiap daerah Indonesia. Yuk, simak terus artikel ini hingga habis. 

perhiasan tradisional
perhiasan tradisional

1. Sumatra

Daerah pertama yang akan kita bahas adalah daerah yang berada di paling ujung pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat yang ada di Indonesia yaitu Aceh. 

Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki beragam perhiasan yang paling banyak di Indonesia. Ada 3 jenis perhiasan yang paling terkenal, yaitu keureusang, pinto Aceh, dan tlah takoe. 

Keuureusang adalah perhiasan dengan bentuk lingkaran hati dengan hiasan Intan Permata, pinto Aceh adalah perhiasan berupa liontin yang mempunyai motif tradisional Aceh, dan Tlah Takoe adalah perhiasan yang sering digunakan untuk upacara adat sebagai perhiasan leher. 

Berlanjut ke Sumatera bagian Utara, ada beragam perhiasan yang terkenal di sini yaitu udeng – udeng, padung, anting – anting , dan sibong. Salah satu yang paling unik di Sumatera Utara adalah perhiasan yang bernama padung. Padung adalah anting-anting khas dari Batak dan beratnya bisa mencapai 1,5 kg. 

Lalu, di bagian Sumatera Barat, ada perhiasan yang dinamakan suntiang anak daro, ini merupakan perhiasan yang sangat mewah, bentuknya berupa mahkota yang cara pembuatannya disepuh dengan emas. 

Di bagian Selatan, yang pada zaman dahulu merupakan daerah tempat tinggal kerajaan terkuat di Indonesia yaitu kerajaan Sriwijaya juga mempunyai beragam perhiasan sisa-sisa kerajaan. Nama-nama perhiasan tersebut antara lain, kelapo standan, kembang goyang, dan kembang kenanago. 

2. Jawa

Dimulai dari Jawa Barat terdapat perhiasan seperti giwang, kalung tiga susun, kelat bahu naga, dan mahkota suri. Salah satu yang paling unik adalah mahkota suri, mahkota Suri melambangkan pengantin wanita sebagai ratu, yang mana memiliki keluhuran Budi dan hati yang mulia.

Di Jawa Tengah, perhiasan tradisional yang ada di sini umumnya terbuat dari logam atau perak dan digunakan di kepala dan tangan. Contohnya cundhuk sisir dan cundhuk mentul yang digunakan untuk melengkapi kode. Perhiasan ini paling sering digunakan saat upacara pernikahan.

Dan yang terakhir adalah Jawa Timur. Perhiasan di Jawa Timur umumnya berbentuk menyerupai bunga teratai, selain itu ada juga jamus urna, subang kundala, dan kalung hara. 

3. Maluku

Maluku adalah daerah penghasil mutiara. Maka dari itu, tak heran daerah ini banyak menghasilkan perhiasan tradisional. Perhiasan tersebut antara lain kelad bahu, kelad lengan, giwang dan buah baju. Perhiasan dari daerah ini biasanya terbuat dari besi putih.

4. Sulawesi Selatan

Untuk perhiasan khas Sulawesi, biasanya digunakan bersamaan dengan baju daerahnya yaitu baju bodo. Nama – nama perhiasan tersebut antara lain tokeng, karawik dan sima’taiyak. 

5. Nusa Tenggara Timur

Berlanjut ke Nusa Tenggara Timur, kita akan menemukan lebih beragam lagi perhiasan seperti haikara, bula molik, kalung muti salak, gelang gadhing, dan mamuli. 

Salah satu yang paling unik adalah kalung Muti salak. Kalung ini merupakan kalung yang mempunyai unsur penting dalam budaya orang Sumba dan menjadi kalung paling favorit bagi perempuan yang ada di Sumba

6. Papua

Perhiasan-perhiasan yang ada di Papua memang sangatlah unik. Jika biasanya perhiasan terbuat dari emas atau perak. Di Papua, perhiasan tersebut terbuat dari batu dan sisa – sisa makhluk hidup. Jenis-jenis perhiasannya hampir sama dengan yang lain yaitu seperti kalung mahkota gelang dan cincin.